Akhir Tahun 2025 Polres Barru, paparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025, meliputi bidang kriminalitas, narkoba, lalu lintas, pelayanan kepolisian, serta dukungan terhadap program strategis pemerintah.
Pertama, Tren Kriminalitas.
Jumlah kasus kriminal pada tahun 2025 tercatat sebanyak 239 kasus, menurun dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 246 kasus, atau mengalami penurunan sebanyak 7 kasus dengan persentase penurunan 3 persen.
Dari total 239 kasus yang ditangani sepanjang tahun 2025, sebanyak 215 perkara berhasil diselesaikan, sehingga persentase penyelesaian perkara mencapai 90 persen, meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun jenis tindak pidana yang mendominasi sepanjang tahun 2025, yaitu pencurian sebanyak 60 kasus, penganiayaan 35 kasus, penipuan 22 kasus, tindak pidana ITE 21 kasus, penggelapan 19 kasus, kekerasan terhadap anak 9 kasus, serta pengeroyokan 9 kasus.
Jika dibandingkan antara tahun 2024 dan 2025, terjadi penurunan pada beberapa jenis kejahatan.
Kasus pengeroyokan menurun dari 11 kasus menjadi 9 kasus. Kasus kekerasan dalam rumah tangga menurun dari 5 kasus menjadi 4 kasus. Kasus kekerasan terhadap anak menurun dari 13 kasus menjadi 9 kasus.
Kejahatan berbasis elektronik juga mengalami penurunan dari 32 laporan pada tahun 2024 menjadi 21 laporan pada tahun 2025. Kasus penipuan dan penggelapan menurun dari 50 kasus menjadi 41 kasus. Sementara itu, kasus pencurian mengalami peningkatan, dari 59 kasus pada tahun 2024 menjadi 60 kasus pada tahun 2025.
Selanjutnya, tindak pidana narkoba.
Sepanjang tahun 2025, Polres Barru menangani 34 kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 41 orang. Barang bukti sabu yang berhasil diamankan memiliki berat total 162,70 gram, dengan nilai ekonomis sekitar Rp249.419.100. Dengan menggagalkan peredaran narkoba tersebut, Polres Barru menyelamatkan sedikitnya 649 jiwa.
Berikutnya bidang lalu lintas.
Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 251 kejadian, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 332 kejadian. Korban luka berat menurun dari 26 orang menjadi 4 orang, dan korban luka ringan menurun dari 448 orang menjadi 357 orang.
Namun demikian, korban meninggal dunia terjadi penambahan 1 jiwa, dari 45 jiwa pada tahun 2024 menjadi 46 jiwa pada tahun 2025. Kerugian materil juga meningkat dari sekitar Rp1,64 miliar menjadi Rp1,68 miliar.
Di bidang pelayanan kepolisian, Polres Barru telah menerbitkan 9.217 SKCK, serta mengeluarkan 44 izin kegiatan, yang meliputi kegiatan hiburan, olahraga, dan kebudayaan.
Sepanjang tahun 2025, Polres Barru juga menerima penghargaan IKPA Juara I, sebagai satuan kerja dengan capaian nilai IKPA sempurna terbanyak. Selain itu, diberikan pula penghargaan internal kepada personel berprestasi dari Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Sat Intelkam, serta Bhabinkamtibmas.
Dalam mendukung program strategis Presiden terkait ketahanan pangan, Polres Barru mencatat penyaluran hasil panen jagung ke Bulog sebesar 515.283 ton. Selain itu, Polres Barru bersama Polsek jajaran berhasil mendistribusikan beras SPHP sebesar 324,5 ton kepada masyarakat Kabupaten Barru.
Sebagai penutup, pada tahun 2026, Polres Barru menargetkan pengoperasian SPPG Polri di Kecamatan Tanete Riaja sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dan dukungan terhadap program Presiden Prabowo. SPPG ini nantinya akan menyalurkan makan bergizi gratis ke 2.000 penerima manfaat di sekolah-sekolah pelosok Kecamatan Tanete Riaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar