BARRU - Akses utama masyarakat di Jalan Poros Pujananting, tepatnya di Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, kini berada dalam kondisi kritis.
Hampir satu tahun lamanya, titik longsor di wilayah tersebut dibiarkan tanpa penanganan serius, mengancam keselamatan pengendara dan stabilitas ekonomi antarwilayah.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir setengah badan jalan telah amblas ke dalam jurang. Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena titik kerusakan berada tepat di tikungan tajam, menjadikannya jalur maut bagi siapa pun yang melintas, terutama di malam hari.
Nur Eni, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukanlah bencana mendadak, melainkan dampak dari buruknya sistem drainase yang tidak pernah diperbaiki secara permanen.
"Sudah hampir setengah bahu jalan longsor, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan pengguna jalan," ujar Nur Eni saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, longsor menjadi fenomena tahunan di lokasi tersebut akibat luapan saluran air yang menggerus struktur tanah di bawah aspal.
Absennya perbaikan selama setahun terakhir membuat warga merasa aspirasi mereka terbentur tembok birokrasi.
Kondisi jalan ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Ada tiga poin utama yang menjadi kegelisahan publik saat ini:
- Beban Kendaraan Tidak Seimbang: Jalur ini kerap dilalui truk pengangkut material berat seperti pasir, batu, hingga alat berat. Beban tonase yang tinggi berbanding terbalik dengan kondisi aspal yang kian menipis dan keropos.
- Aspek Kelalaian Hukum: Firdaus, mahasiswa Hukum UIM, menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur yang layak adalah kewajiban konstitusional negara. Membiarkan jalan rusak tanpa pengamanan (seperti talud) dinilai sebagai bentuk kelalaian yang bisa berimplikasi hukum jika memakan korban.
- Responsivitas Pemerintah Dipertanyakan: Minimnya tindakan nyata dari Dinas terkait menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah cenderung menunggu jatuh korban sebelum mengambil tindakan darurat.
Jalan Poros Pujananting bukan sekadar akses mobilitas, melainkan urat nadi ekonomi. Jika jalan ini benar-benar amblas total, Kecamatan Pujananting terancam terisolasi.
Hal ini diprediksi akan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok akibat terhambatnya distribusi pangan dan logistik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi atau langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Barru terkait rencana perbaikan di titik longsor Desa Mattirowalie.
Warga berharap pemerintah tidak hanya pandai melakukan seremoni pembangunan, tetapi juga cekatan dalam memitigasi kerusakan yang mengancam nyawa rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar