Iklan

Teguh Iswara Suardi: TOD. harus jadi solusi nyata Perumahan dikawasan Perkotaan.

2026-05-27, 05.44 WIB Last Updated 2026-05-26T21:44:36Z
masukkan script iklan disini


Depok – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ir Teguh Iswara Suardi, ST. M.Sc menegaskan pentingnya pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi strategis dalam mengatasi persoalan backlog perumahan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan Rumah Susun TOD di Stasiun Kereta Kota Depok.

Dalam keterangannya, Teguh Iswara Suardi mengapresiasi konsep TOD yang dinilai mampu menjadi solusi pembangunan perkotaan berbasis transportasi massal dan hunian vertikal.
“Konsep Transit Oriented Development ini sangat menarik dan sangat baik. Karena itu, kami berharap konsep ini bisa diamplifikasi lebih besar lagi ke depannya. Potensinya sangat luas, apalagi lahan milik KAI sudah tersedia dan bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Teguh.

Ia menyoroti masih tingginya backlog perumahan di Indonesia yang mencapai sekitar 9,5 juta unit. Menurutnya, pengembangan TOD harus menjadi salah satu inovasi utama untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan padat penduduk.
Namun demikian, Teguh juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap lambatnya pengembangan TOD di berbagai daerah. Dari sekitar 50 titik potensial yang dimiliki, hingga kini baru beberapa lokasi yang terealisasi.
“Kita perlu mengetahui secara jelas di mana letak hambatannya, apakah murni regulasi atau ada persoalan lain yang perlu diselesaikan bersama. Karena kalau potensinya besar tetapi realisasinya lambat, tentu harus ada langkah percepatan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk mulai membuka peluang pembangunan hunian di atas jalur rel atau kawasan eksisting transportasi, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah negara.
“Solusi perkotaan memang harus mengarah pada pembangunan vertikal. Kalau regulasinya memungkinkan, kenapa kita tidak mulai mengembangkan pembangunan di atas rel atau kawasan transportasi yang sudah ada,” lanjutnya.

Selain itu, Teguh mengingatkan agar pembangunan hunian vertikal tidak hanya menjadi instrumen investasi semata, melainkan benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.
“Kita harus memastikan bahwa hunian ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga sekitar, bukan justru didominasi investor. Karena tujuan akhirnya adalah menyelesaikan backlog perumahan,” tegasnya.


Ia juga meminta adanya evaluasi terhadap tingkat okupansi sejumlah proyek TOD yang telah dibangun agar menjadi pembelajaran bagi pengembangan proyek serupa di masa mendatang.
“Jangan sampai kita semangat membangun TOD, tetapi tingkat keterisiannya rendah. Ini harus menjadi evaluasi agar pembangunan TOD ke depan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tutup Teguh.
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini