Iklan

Soppeng Jadi Percontohan Pertanian Modern, Pemkab dan Kementan RI Tanam Padi Perdana PM-AAS di Apanang

2026-05-08, 21.15 WIB Last Updated 2026-05-08T13:15:36Z
masukkan script iklan disini


SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pertanian modern melalui pelaksanaan Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan tersebut menjadi langkah awal penerapan sistem pertanian modern berbasis teknologi dan mekanisasi di Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir langsung bersama para petani pada momentum tanam perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa program PM-AAS bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata menuju perubahan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan produktif.

Menurutnya, petani saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, fluktuasi harga hasil pertanian, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian. Karena itu, kehadiran program PM-AAS diharapkan menjadi solusi melalui pemanfaatan teknologi dan alat pertanian modern.

“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih ringan, lebih cepat, dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Suwardi Haseng.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang dipercaya menjalankan program PM-AAS. Jika pada tahun 2025 program tersebut baru diterapkan di lahan seluas 5 hektar di Kecamatan Marioriawa, maka pada tahun 2026 cakupannya meningkat signifikan menjadi 120 hektar, masing-masing 100 hektar di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.

Program PM-AAS mengedepankan penggunaan alat tanam modern, pemanfaatan drone pertanian, penerapan pola tanam baru, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Bupati Soppeng berharap seluruh pihak, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah, hingga masyarakat petani dapat bersinergi mendukung keberhasilan program tersebut. Ia optimistis program PM-AAS mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Kami berharap kawasan persawahan di Apanang ini dapat menjadi contoh pertanian modern yang nantinya bisa diikuti daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri, menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan pertanian modern dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi pertanian modern mulai diperkenalkan setelah Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke sejumlah negara maju di bidang pertanian. Program PM-AAS yang sebelumnya diuji coba di Soppeng bahkan mampu mencapai produktivitas hingga 10,4 ton per hektar.

Menurutnya, pada tahun 2026 luas program PM-AAS di Kabupaten Soppeng meningkat menjadi 120 hektar. Di Sulawesi Selatan, hanya terdapat empat kabupaten yang mendapatkan program tersebut, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, dan Maros.

“Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan program PM-AAS agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan benih padi program PM-AAS varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton oleh Kepala Badan BRMP kepada Bupati Soppeng. Selain itu, turut diserahkan bantuan pupuk Petroganik dari PT Pupuk Indonesia kepada Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng.

Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Kementerian Pertanian RI, para tenaga ahli menteri, unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Pj Sekda Kabupaten Soppeng, Camat Liliriaja, unsur Tripika Kecamatan Liliriaja, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani Kabupaten Soppeng.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini